SIDEBAR
»
S
I
D
E
B
A
R
«
Benarkah Besar Uang Sumbangan Menentukan Lolos Ujian Masuk UGM ???
April 27th, 2010 by tatok

Banyak rumor yang berkembang di Masyarakat mengenai sumbangan masuk perguruan tinggi khususnya di Universitas Gadjah Mada yang mengatakan bahwa besarnya sumbangan menentukan diterima atau tidaknya seseorang di UGM, contohnya seperti email di bawah (mohon maaf bagi yang menulis email, saya kutip sebagian emailnya)

==del
Salah seorang keponakanku mencoba mendaftar ke UGM ikut jalur PBS – del
– dengan SPMA minimal Rp 100 juta untuk bidang Kedokteran. Dari
sekolahnya di kota J (SMA Negeri terbaik tingkat nasional),
siswa-siswa yang dikirim termasuk 40% terbaik di kelasnya pada semester
5. Namun tak satupun yang lolos – del -. Kemudian, karena orang tuanya
penasaran, dicoba lagi jalur UTUL – del -(ujian tulis) ke UGM lagi.
Untuk kedokteran, SPMA minimal Rp 25 juta. – del – Tapi, karena yakin
anaknya pandai – del – menulis SPMA hanya > Rp 50 juta. Sementara, ada
anak di sekolah yang sama, yang tak memperoleh ranking sama sekali, –
del – menulis SPMA-nya Rp 300 juta. – del – Hasilnya, keponakan itu
lewat begitu saja – del – Sementara, teman keponakan yang underdog di sekolahnya, ternyata diterima.

==del

Benarkah Besarnya Uang Sumbangan menentukan Lolos tidaknya seseorang di UGM ???                                                                                                  sebaiknya kita baca dulu penjelasan Humas UGM, Bpk. Suryo Baskoro di bawah ini sebelum menyimpulkan jawabannya.

Kami sudah cukup sering mendengar rumor masyarakat tersebut. Untuk itu, beberapa hal perlu kami klarifikasi:

1. Besaran Sumbangan Peningkatan Mutu Akademik (SPMA) untuk program Penelusuran Bakat Swadana (PBS) bersifat fixed (tidak boleh kurang, tidak boleh lebih). Jadi, calon tidak bisa jor-joran.

2. Mereka yang lolos administratif wajib mengikuti tes tertulis, waktu itu
tgl. 21 Feb 2010, serentak di beberapa kota. Materi yang diteskan adalah
Tes Bakat Skolastik (TBS) dan Ilmu Pengetahuan Dasar (IPD). Bagi yang
lolos, wajib mengikuti wawancara tgl 7 Maret 2010. Pengumuman calon yang diterima melalui program ini dilaksanakan tgl. 13 Maret 2010.
Nah, jika ada calon yang prestasi hariannya luar biasa bagus, namun tidak
lolos pada tes tulis, penyebabnya mungkin

(a) daya tampung program studi yang dipilihnya terbatas

(b) ybs memilih prodi yg tergolong favorit (sehingga kompetisinya amat ketat)

(c) ybs kurang kuat pada TBS (atau IPD)

Pengalaman beberapa kali menunjukkan bahwa si A, yang prestasi hariannya luar biasa, tidak diterima, sementara si B, yg prestasinya jauh di bawah A namun memiliki bakat skolastik yang tinggi, diterima.
Hal ini juga sudah saya jelaskan ke pers, menanggapi berita (bbrp wkt yg
lalu) tentang 4 siswa SMU 6 Jogja yang juara 1 Olimpiade Penelitian Siswa
Indonesia namun tidak ada satu pun yang diterima di UGM.
Singkatnya, mereka tidak berhasil bersaing (dalam tes tulis) dengan
calon-calon lain.

3. Materi Ujian Tulis UM UGM, yang dilaksanakan 28 Maret dan diumumkan 17 April yang lalu, berupa Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi, dan Tes
Potensi (kelompok IPA); Sejarah, Ekonomi, Geografi, dan Tes Potensi (IPS);
sementara kelompok IPC mengerjakan semua soal tersebut.
Idem dengan pada PBS, pengalaman beberapa kali menunjukkan bahwa si A, yang prestasi hariannya luar biasa, tidak diterima, sementara si B, yg
prestasinya jauh di bawah A namun memiliki potensi yang tinggi, diterima.
Kami pun sering mendapat komplain dari orangtua calon, yang putera/i-nya berprestasi terbaik namun tidak diterima, sementara calon lain yang
prestasinya biasa2 saja, diterima. Mungkin mereka kurang kuat dalam hal
potensi.

4. Untuk Ujian Tulis, calon memang diminta memilih salah satu (dari 3)
alternatif SPMA, sesuai dengan kemampuan finansial orang tua. Perlu kami
tegaskan bahwa faktor utama yang menentukan lolos atau tidaknya calon
adalah kemampuan akademiknya (hasil tesnya), bukan besaran SPMA. Hal ini juga sudah kami infomasikan ke semua pihak (siswa, orang tua, sekolah),
terutama pada saat UGM melakukan sosialisasi UM-UGM di banyak kota di
Indonesia.

5. Kesimpulannya,
a. UGM adalah institusi akademik, yang tidak akan mengorbankan kualitas
hanya untuk rupiah yang tidak seberapa.
b. Seseorang calon yang tidak diterima di UGM, dipastikan karena ybs
memang tidak lolos tes atau kurang beruntung dalam kompetisi yang ketat;
bukan karena faktor yang lain.
c. Pada tes PBS, UGM mengkombinasikan antara tes achievement dan bakat
skolastik; sementara pada Utul, UGM mengkombinasikan antara tes
achievement dan potensi.
6. Bagi yang kurang beruntung, hendaknya tak perlu putus asa, karena di
luar UGM masih ada banyak perguruan tinggi yang berkualitas dan yang mampu membawa ke masa depan yang bagus.

Semoga klarifikasi di atas bisa memberikan sedikit kejelasan dan jawaban atas rumor yang berkembang :D



One Response  
  • donki writes:
    June 7th, 20108:05 pmat

    loh pak kalau diisi Rp. 0 kira2 bisa ketrima tidak ?

    Kalau nilai memenuhi ya tentu saja bisa, kan di pendaftaran UM ada pilihan SPMA nol , tapi harus mempunyai surat keterangan tidak mampu.


Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>


− 1 = one

»  Substance:WordPress   »  Style:Ahren Ahimsa
- valtrex buy online no prescription - where to buy asacol - cell spy phone - levitra buy -